Cara Mudah Setup MariaDB 11.8 LTS di Almalinux 9

Cara Mudah Setup MariaDB 11.8 LTS di Almalinux 9

Pengantar

MariaDB merupakan salah satu sistem manajemen basis data open source yang banyak digunakan untuk website, aplikasi web, hingga sistem skala enterprise. MariaDB dikenal stabil, cepat, serta kompatibel dengan MySQL sehingga sering dijadikan alternatif utama pada server Linux.

Pada artikel ini, kita akan membahas cara mudah setup MariaDB 11.8 LTS di AlmaLinux 9 secara lengkap dan terstruktur. Versi LTS (Long Term Support) dipilih karena menawarkan kestabilan tinggi, pembaruan keamanan rutin, serta dukungan jangka panjang yang sangat cocok untuk lingkungan server produksi.

Dengan mengikuti panduan ini, MariaDB dapat dijalankan dengan konfigurasi dasar yang aman dan siap digunakan.

Persiapan Sistem

Sebelum memulai instalasi MariaDB 11.8 LTS, pastikan sistem AlmaLinux 9 sudah siap digunakan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • OS menggunakan AlmaLinux 9
  • Akses ke server sebagai root atau user dengan hak sudo
  • Koneksi internet stabil

Update dan Menambahkan Repository MariaDB 11.8

Repository bawaan AlmaLinux umumnya menyediakan versi MariaDB yang lebih lama. Agar dapat menggunakan MariaDB 11.8 LTS, diperlukan repository resmi dari MariaDB supaya mendapatkan versi terbaru serta update keamanan secara langsung.

  1. Lakukan pembaruan sistem terlebih dahulu: 
    sudo dnf update -y && sudo dnf install nano -y
    
  2.  Menambahkan repository MariaDB di AlmaLinux 9
    • Buat file repository baru:
      nano /etc/yum.repos.d/mariadb.repo
      
    • Isi dengan konfigurasi berikut:
      [mariadb]
      name=MariaDB
      baseurl=https://rpm.mariadb.org/11.8/rhel9-amd64
      gpgkey=https://rpm.mariadb.org/RPM-GPG-KEY-MariaDB
      gpgcheck=1
      
    • Simpan file, lalu refresh cache repository:
      dnf clean all
      dnf makecache
      

Instalasi MariaDB 11.8 LTS

Setelah repository berhasil ditambahkan, proses instalasi bisa dilakukan.

  • Instalasi MariaDB server dan client
    dnf install MariaDB-server MariaDB-client -y
    
  • Mengecek versi MariaDB
    mariadb --version
    

    Output:

    [root@lab ~]# mariadb --version
    mariadb from 11.8.5-MariaDB, client 15.2 for Linux (x86_64) using  EditLine wrapper
    Jika instalasi berhasil, sistem akan menampilkan versi MariaDB 11.8 LTS.

Mengaktifkan dan Menjalankan Service MariaDB

Agar MariaDB berjalan secara otomatis dan dapat digunakan, service harus diaktifkan dan dijalankan.

  1. Mengaktifkan MariaDB saat boot
    systemctl enable mariadb
    
  2. Menjalankan service MariaDB
    systemctl start mariadb
    
  3. Mengecek status service
    systemctl status mariadb
    

    Output :

    Pastikan status menunjukkan active (running).

Konfigurasi Awal MariaDB

Untuk meningkatkan keamanan database, lakukan konfigurasi awal menggunakan tool bawaan MariaDB.

  1. Untuk keamanan jalankan perintah berikut:
    mariadb-secure-installation
    

    Langkah mariadb-secure-installation : 

    • Enter current password: Enter
    • Aktifkan unix_socket authentication:Y
    • Ganti password root MariaDB: Y
      • New password: isi password baru
      • Re-enter password: ulangi password
    • Hapus anonymous user: Y
    • Nonaktifkan login root dari remote: Y
    • Hapus database test: Y
    • Reload privilege tables : Y

Membuat Database dan User Baru

Agar lebih aman, sebaiknya database aplikasi tidak menggunakan user root.

  1. Login ke MariaDB
    mariadb -u root -p
    
  2. Membuat database baru
    CREATE DATABASE namadb;
    
  3. Membuat user database
    CREATE USER 'userdb'@'localhost' IDENTIFIED BY 'passwordkuat';
    
  4. Memberikan hak akses
    GRANT ALL PRIVILEGES ON namadb.* TO 'userdb'@'localhost';
    FLUSH PRIVILEGES;
    

Menguji Koneksi MariaDB

Setelah membuat username dan database kita lakukan uji koneksi kedalam database

  1. Login menggunakan user database
    mariadb -u userdb -p
    
    Kemudian masukkan Password yang telah di buat sebelumnya
  2. Mengecek versi MariaDB
    SELECT VERSION();
    
    Output:
    MariaDB [(none)]> SELECT VERSION();
    +----------------+
    | VERSION()      |
    +----------------+
    | 11.8.5-MariaDB |
    +----------------+
    1 row in set (0.001 sec)
    Jika perintah berjalan tanpa error, berarti MariaDB 11.8 LTS sudah siap digunakan.

Tips Optimasi dan Keamanan

  1. Sesuaikan Konfigurasi Performa di server.cnf
    • File konfigurasi utama MariaDB berada di:
      /etc/my.cnf.d/server.cnf
      
      Beberapa parameter penting yang sebaiknya disesuaikan dengan spesifikasi server:
    • Contoh konfigurasi dasar yang umum digunakan:
      [mysqld]
      innodb_buffer_pool_size = 1G
      innodb_log_file_size = 256M
      max_connections = 200
      thread_cache_size = 50
      query_cache_type = 0
      query_cache_size = 0
      

      Penjelasan singkat:

      • innodb_buffer_pool_size
        Menentukan alokasi RAM untuk InnoDB. Idealnya 60–70% dari total RAM jika server khusus database.

      • innodb_log_file_size
        Meningkatkan performa write untuk database dengan transaksi tinggi.

      • max_connections
        Batasi jumlah koneksi agar server tidak overload.

      • query_cache
        Dinonaktifkan karena sudah tidak efektif di versi MariaDB terbaru.

    • Setelah melakukan perubahan, restart MariaDB:
      systemctl restart mariadb
      
  2. Batasi Akses Database dari IP Tertentu
    Secara default, MariaDB hanya mendengarkan koneksi dari localhost, yang sudah cukup aman. Jika memang perlu akses dari server lain, sebaiknya dibatasi hanya dari IP tertentu.
    • Contoh user hanya boleh login dari IP tertentu:

      CREATE USER 'appuser'@'192.168.1.10' IDENTIFIED BY 'passwordkuat';
      GRANT ALL PRIVILEGES ON namadb.* TO 'appuser'@'192.168.1.10';
      FLUSH PRIVILEGES;
      
  3. Backup Database Secara Rutin Menggunakan mysqldump
    Backup adalah bagian paling penting dari keamanan data. Jangan menunggu sampai terjadi masalah.
    • Backup satu database:
      mysqldump -u root -p namadb > namadb_backup.sql
      
    • Backup semua database:
      mysqldump -u root -p --all-databases > alldb_backup.sql
      

      Praktik terbaik backup:

      • Simpan backup di lokasi berbeda (offsite / cloud)
      • Gunakan cron job untuk backup otomatis
      • Beri nama file backup dengan timestamp
    • Contoh backup otomatis harian via cron:
      0 2 * * * mysqldump -u root -pPASSWORD namadb > /backup/namadb_$(date +\%F).sql
      

Kesimpulan

Instalasi dan konfigurasi MariaDB 11.8 LTS di AlmaLinux 9 dapat dilakukan dengan langkah yang jelas dan terstruktur. Mulai dari penambahan repository resmi, instalasi server, hingga konfigurasi keamanan dasar, semuanya penting untuk memastikan database berjalan stabil dan aman.

Penggunaan versi LTS memberikan keuntungan dari sisi stabilitas dan dukungan jangka panjang, sehingga sangat direkomendasikan untuk server produksi. Setelah MariaDB aktif, database siap digunakan untuk berbagai kebutuhan aplikasi dan layanan server.


Artikel Lain

WhatsApp Kami

Support : +6282138153600

Admin Finance : +6285191239466